Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan

BANGGA SURABAYA


#Bangga Surabaya

Bangga Surabaya

Selamat datang di Kota Surabaya                                  
Kota Pahlawan tempat dilahirkan tokoh bangsa
Bung Tomo Hasyim Asy’ari pun kita mengenalnya
Kota Surabaya tak akan pernah terlupa

Di Surabaya begitu banyak taman
Kata orang Walikotanya gila taman
Ini bukan untuk menyinggung hai kawan
Karena taman adalah sebuah keindahan

Kota yang dikelilingi tempat wisata
Arah sungai brantas hingga kali mas yang tertata
Selalu dituju wisatawan berbagai negara
Di bumi jawa dwipa yang kita cinta

Oh Surabaya kota penuh talenta
Tempat para pelajar menunjukkan kelasnya
Mulai dari gombloh musisi yang melegenda
Sampai diobok-obok Joshua Suherman namanya

Tanjung perak pelabuhan ternama
Balai kota layaknya sebuah mahkota raja
Angkat topi untuk Bu Risma wali kota kita
Tak henti berinovasi menata Surabaya

Tugu pahlawan lekat dengan sejarah
Taman bungkul yang indah hilangkan segala resah
Buat kamu yang jomblo atau masih sendiri
Pergi ke kenjeran lihat air mancur menari

Bangga Surabaya tempat tinggal tertata
Gapai cita-cita tuk berbagi suka dan duka
Bangga Surabaya mari buat cerita
Di kota penuh cinta hingga nanti hari tua

Bangga Surabaya

Surat untuk Sang Penggerak


Pada selembar kertas ini saya mengucapkan “Selamat”, mewakili kami yang pernah menjadi bagian kecil keluarga perubahan
Perjuangan selayaknya makna yang tak lepas dari sebuah penantian

Bukan berarti diam,tapi berjalan pelan demi kepastian
Sampai kapanpun tak ada kata kalah bahkan menyerah
Namun, berjalan bukan berarti kau tidak perlu istirahat
Atau terlalu memaksakan diri

Istirahatlah ketika kau lelah, agar kau tak berhenti pada kata “menyerah”
Ataupun “pasrah”
Maka itu hanya membuatmu merasa kehilangan

Jika kamu ingin berjuang, namum ternyata begitu menyakitkan,
I suggest in you:
Stay strong, keep fight, and don’t forget about yuor hurt for a few times
You have to feel it and think it, so you will be STRONGER than before

Jika sesuatu datang mematahkanmu, ingatlah kata-kata diatas untuk bangun...


Selamat atas sidangnya

Salam Pergerakan Cerdas

Puisi Taufik Ismail: “Yang Amoral, Yang Atheis”

Oleh : Taufik Ismail
Di angkasa pemikiran abad yang lalu, ada dua orang anak muda, Karl Marx (30 Th) dan Friedrich Engels (28 th) meletakkan dasar ideologi komunisme dalam buku ; Manifesto Komunis, 1848. Tujuan ideologi jelas, merebut kekuasaan dengan kekerasan dan menggulingkan seluruh kekuatan sosial yang ada.
Apa pedoman praktisnya? Mereka menggariskan dalam 18 butir patokan; bedusta, memutarbalikkan fakta, memalsukan dokumen, menfitnah, memeras, menipu, menfitnah, menghasut, menyuap, intimidasi, bersikap keras, membenci, mencaci maki, menyiksa, memerkosa, merusak, menyabot,  membumi hangus, membunuh, sampai membantai.
Ini yang menjadi pegangan membentuk kader-kader partai.  Aktivis partai mulai dilatih dengan berdusta  sampai ahli, akhirnya membunuh dan membantai.  Bagi orang komunis, berdusta itu bukan dosa. Ringkasnya, tujuan menghalalkan cara.
Dalam sejarah, kita saksikan selama kurun waktu antara tahun 17-91 partai komunis membantai, menjagal, membunuh 120 juta manusia di 76 negara sehingga rata-rata 4500 orang sehari selama 74 tahun. Nazizme yang dikenal sebagai penjagal besar di dunia itu, sepertiga daripada penjagal yang dilakukan oleh marxisme dan leninisme ini.
Lalu, di mana letak moral bagi orang komunis? Berkata Vladimir Lenin; “kami komunis menolak semua moralitas yang digali dari konsep yang bukan manusia dan yang bukan kelas. Kami tidak percaya pada moralitas abadi, artinya kaum komunis tidak percaya agama. Saya suka mendengarkan musik yang merdu, tapi di tengah revolusi sekarang ini yang perlu adalah membelah tengkorak, menjalankan keganasan, dan berjalan dalam lautan darah. Tidak jadi soal kalau tiga perempat penduduk dunia ini habis, asal yang seperempat yang tinggal itu komunis. Untuk melaksanakan komunisme kita tidak gentar berjalan di atas mayat 30 juta orang”.
Dan bagaimana dengan tuhan? Karl Marx berkata; “eksisten tuhan tidak masuk akal, tuhan adalah konsep yang menjijikkan, aku menaruh dendam kepada apa saja yang namanya tuhan”. Kemudian bagaimana tentang agama? “agama adalah racun narkoba bagi masyarakat, menghujat agama adalah syarat utama dari segala hujatan”. Apa kata Lenin soal agama? “matilah agama, mampuslah agama, dan hiduplah ateisme, kita harus memperlakukan agama dengan bengis, kita harus memerangi agama.
Demikianlah, dalam sejarah Stalin telah membatai 28 uskup, 50 ribu pendeta, 800 ribu orang muslim pada tahun 42, dan Stalin menghabisi 90 ribu gereja, 25 ribu masjid, gereja musnah 90 persen, masjid habis 99 persen.
Penyunting : Amir Wata
sumber gambar: https://www.hidayatullah.com/files/bfi_thumb/taufik-ismail1-2zzyfp94hottkpxl7q34lc.jpg

LOMBA PUISI "AKU CINTA INDONESIA"

Tema:
Aku Cinta Indonesia

Timeline:
10-25 Mei (Pengiriman Naskah
28 Mei (Pengumuman)

Syarat dan Ketentuan:
1. Orisinil
2. 1 (Satu) Peserta maksimal mengirimkan 3 (tiga) naskah
3. Naskah yag dikirim menjadi milik penyelenggara
4. Naskah dikirim ke email
5. Naskah dalam format Word (RTF) dan subjek NAMA_NO.HP_ALAMAT

Hadiah untuk Puisi Terbaik yaitu Rp. 100.000 + Voucher

Lomba ini GRATIS untuk UMUM

email: bhermanto888@gmail.com

didukung oleh www.kitasakti.blogspot.com

Puisi "Dari Senja Hingga Tiada"


Dari Senja Hingga Tiada

Kehangatan
Aku lahir menuntun malam
Penuh ketakutan
Malam terlalu gelap
Matahari terus menantang
Pemuda sang kesatria
Kau datang kembali
Kau lepas kekasih hati
Ini tentang cinta dan keindahan
Romantis kita duduk bersama
Puitis kita dalam berkata-kata
Kau bukan putra fajar
Kau adalah kabut pagi
Sebuah keberanian hidup
Hingga tiada pun
Cinta untukmu tetap hidup